Cerita Dewasa – Ngentot Janda Beranak Satu

Diposting pada
Domino QQ, Domino 99, BandarQ Online, Capsa Susun, QQ Online Domino QQ, Domino 99, BandarQ Online, Capsa Susun, QQ Online
Jual Penirum Asli

Cerita Seks Dewasa Terbaru, Kisah Mesum Hot, Cerita Ngentot Seru, Cerita Sex Bergambar 2016, Cerita Panas Peningkat Birahi – Biasanya aku memanggil dengan kata Mirna dan kisah ini terjadi 2 tahun yang lalu, yaitu dengan teman kantorku dengan status janda dan beranak 1, aku diam diam tertarik dengannya walaupun dia sudah janda dalam pikiranku pastinya dia berpengalaman dalam urusan ranjang, wajahnya ayng biasa saja tubuhnya mungil ukuran payudaranya juga sedang sedang saja.

Cerita Dewasa - Ngentot Janda Beranak Satu

Sebagai seorang janda Mirna nampaknya sangat haus akan belaian seorang pria, dan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku. Terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang ngobrol berdua dengannya.
Sebagai seorang lelaki normal aku senang sekali dengan perlakuan seperti itu, makin hari dia makin dekat denganku, makan siang berdua, pegang2 tangan, bahkan setalah beberapa lama ia tak segan2 lagi untuk mencium pipiku…bahkan bibirku.
Suatu hari Mirna tidak masuk kerja karena sakit, dan karena urusan pekerjaan aku terpaksa harus menemuinya, hari itu aku menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yang butuh tanda-tangannya.
Singkat cerita aku meluncur menuju rumahnya, dalam perjalanan aku membayangkan kira2 apa ya yang akan terjadi nanti? Aku mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan muncul anak laki2 mengenakan seragam smp, ternyata ia anak Mirna.
“eh…om rony, masuk om…”, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk. “mama ada de?…, tadi om sudah telepon dan janji ketemu mama…” tanyaku.
“ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan…” jawabnya, kemudian ade melangkah menuju kamar Mirna dan berteriak “maa…., ada tamu tuh dari kantor…om rony…”
Pintu kamar terbuka dan muncullah sosok Mirna, wajahnya tampak berbeda dari yang sebelumnya kulihat, raut wajahnya sayu, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan lehernya yang jenjang.
Saat itu Mirna mengenakan kimono pink bermotif bunga.
“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya…” ujar ade sambil mencium tangan Mirna “Ya…, hati2 di jalan ya de…, salam dulu tuh ke om rony” ujar Mirna.
Ade lalu menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku,
“Ade pergi dulu ya om…” “Ya…”, ujarku singkat. Lalu ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres…wah kebetulan nih ade pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dengan mamanya…, namun aku berusaha menahan diri dan berkata
“Gimana Mirna, udah enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari ini”
“Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani”, jawab Mirna sambil berjalan kearahku.
Kami duduk berhadapan, kemudian ia mengambil berkas yang aku sodorkan lalu mulai menandatanganinya. Karena posisi Mirna agak menunduk, maka dengan jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang longgar, dan ternyata Mirna tidak memakai bra sehingga puting buah dadanya tampak menonjol.
Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi.
“Hey…, kamu lagi liatin apa?”, ujar Mirna mengagetkan aku. “nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda tangan atau payudaraku?” kata Mirna kemudian sambil tersenyum. “hehehe…, itu…, belahan payudaramu kelihatan sedikit…, sayang kalau aku melewatkannya…”, candaku.
“ah kamu…, nih sudah selesai…”, ujar Mirna sambil menyodorkan kembali berkas2 padaku. “ya udah aku langsung ke kantor lagi ya…” kataku sambil memasukan berkas2 tadi kedalam tas.
“Nanti dulu dong, kamu kan baru saja datang…, lagian aku mau minta tolong sedikit nih”… jawab Mirna sambil bergerak mendekatiku dan memegang tanganku. “Tolong pijitin aku ya ron, badanku pegal2…sakit smua.., yaa…sebentar aja..” pinta Mirna sambil menarik tanganku dan bergerak menuju kamarnya.
Bagai kerbau dicocok hidung aku menuruti saja kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga posisi kami saling berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat, wajahnya berada sangat dekat dengan wajahku lalu kemudian bibirnya tiba2 mencium bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dan menariknya seakan menyuruhku untuk terus mengulum bibirnya.Cerita Seks Dewasa Terbaru, Kisah Mesum Hot, Cerita Ngentot Seru, Cerita Sex Bergambar 2016, Cerita Panas Peningkat Birahi

Incoming search terms:

  • cerita ngentot janda anak 1
  • ngentot janda
  • cerita ngentot janda beranak satu bergambar
  • cerita ngentot janda beranak satu
  • ngentot janda anak 1
  • cerita sex ngentot janda beranak satu
  • cerita sex janda anak satu
  • cerita sex janda anak 1
  • cerita dewasa janda anak satu
  • cerita sex janda beranak satu
  • ngewe janda anak 1
  • ceritangentot jandaberanaksatu
  • cerita sex janda beranak 1
  • cerita sexxxx janda anak satu
  • Cerita ngentot janda anak satu
  • cerita ngentot janda beranak 1
  • cerita ngentot janda
  • cerita seks dengan tante anak satu
  • cerita bercinta dg janda beranak satu
  • cerita seks janda anak satu
  • cerita sex dengan janda beranak
  • cerita sex dg janda anak 1
  • cerita sexs ngentot janda anak 1
  • cerita sek janda anak 1
  • Cerita ngewe janda anak satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *